CATATAN PERJALANAN

Catatan perjalanan

Bedak beras itu sun block alami

Perjalanan hari kelima saya menyelami kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah Gambut, Kalteng. Sepanjang itu juga saya selalu berkeringat kuyup karena cuacanya yang panas dan kulit terpapar langsung dari matahari yang berada tepat di garis khatulistiwa itu. Sun block muka enggak berpengaruh di sini. Makin beletenglah saya. terutama muka dan punggung tangan saya.

Di Mentangai Hulu…(*ngantuk belum selesai)

 

(belum selesai….ngantuk…)

View on Path

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Leave a comment

Kangen enggak kerja…

Ingin cepat pulang dan gak ngapa-ngapain. Hanya baca buku aja.

View on Path

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Leave a comment

Capaian Advokator Media #EkspedisiMediaEnrekang

 

Well, berita-berita seperti ini telah membawa komunitas petani setempat ini  menjadi perhatian utama pemerintahnya. Ooo bukan hanya pemerintahnya, tapi juga menyadarkan semua warga di desa sekitar Pasui dan Wai-Wai. Dimana itu? Nahh, pada enggak tahu, kan. Itulah salah satu yang saya suka dari kerjaan saya ini.  Setidaknya, dengan tugas untuk “nusa bangsa ini,”  makin menambah pengetahuan saya -bukan hanya kegeorgafian semata tapi juga pengetahuan soal isunya sendiri.  Karena untuk menyiapkan mereka jadi cerita “besar” di media sekelas Kompas dan Metro tv, saya juga harus banyak baca, diskusi dengan orang yang ahli dalam bidang pertanian, perubahan iklim.

Continue reading

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Jalangkote #localfoodisgood

Orang Makassar menyebut kue pastel ini dengan jalangkote. Jalangkote yg paling enak bisa didapat di jalan Lasinrang, Pangayoman, Mahkota. #localfoodisgood

View on Path

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , | Leave a comment

Merdeka! Kerja di hari merdeka #Catatanadvokasimedia

Minggu, 16 Agustus 2015. Pagi buta saya sudah harus ada di bandara Soekarno Hatta sebelum Shubuh, dan kalau ibu saya tidak membangunkan saya, sudah pasti saya terlambat naik pesawat. Saya tidak suka mendapatkan tiket penerbangan pagi-pagi buta. Tapi menurut teman saya, tiket tersisa hanya pada jam segini. Jelang 17 Agustus yang jatuh pada hari Senin, menjadikan banyak orang yang bekerja memanfaatkannya untuk liburan panjang ke berbagai tempat eksotis di Indonesia. Lombok adalah salah satunya yang sudah dipastikan banyak orang menjadikan tujuan liburan panjangnya. Continue reading

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , | Leave a comment

Plecing Kangkung #LocalFoodisGood

Kangkung plecing, makan malam saya. Jadi senyum sendiri melihatnya,  karena terakhir saya makan sayur urap pedes gini waktu bibir masih pecah-pecah setelah turun dari Gunung  Rinjani dan berpanas-panas di Gili, tahun lalu. Sakit yang menyenangkan…hahhahaha

View on Path

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , | Leave a comment

Merdeka untuk kerjaaa….

Bandara di Lombok penuh dengan turis. Tujuan mereka bisa dibedakan dengan cara berpakain dan tas yang mereka bawa. Turis yang membawa keril besar kemungkinan besar menuju Rinjani. Pasti lagi penuh banget Rinjani sejak Sabtu lalu. Satunya lagi, dengan pakain-pakaian minim dan tas anti air serta alat snorkling. Pasti mereka turis penyerbu gili. Eits, ada lagi. Ada yang hanya berkasual dengan ransel leptop. Terakhir ini bukan untuk iburan tapi buat kerja. Nah itu saya…😂😅😕

View on Path

Categories: CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , | Leave a comment

Nyaris ketinggalan pesawat

Entah siapa yang meminta penerbangan pagi. Kalau tidak di telpon kawan yang satu penerbangan ke Makassar saya mungkin masih di tempat tidur karena masih capek banget. Baru semalam tiba di Jakarta setelah penerbangan panjang dari Ambon. Bahkan koper pun belum dibongkar. Saya pikir masih ada waktu packing, toh pesawat saya adalah pukul 14.00-an. Saya masih letih sekali.   Continue reading

Categories: CATATAN PERJALANAN | Tags: , | Leave a comment

Cerita 1 Rumah Tunggu : Biarkan Istri beta mati di kampung saja, Dokter…

Women are not dying because of disease we can not treat. They are dying because societies have yet to make the decision that their lives are worth saving.” (Gynaecology-Prof.Mahmoud Falhalla, 1997, Former Presiden of FIGO- Profesor of Obstetics and Asslut University, Egypt

Continue reading

Categories: ARTIKELKU, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Wulla Poddu, a ritual to express gratitude of West Sumba People

A Rato Adat (elder or spiritual leader) sat cross-legged while enchanting prayers solemnly; he was holding rice grain on a small plate in front of him. Meanwhile the other Rato Adat slaughtered chicken calmly until prayer word finished and the chicken was dead. Then, Rato Adat who slaughter chicken took some feathers of chicken just by one pulled out. The feathers were collected with other feathers. Then, the feathers would be hung on the roof of the traditional house (Uma ngaingo /Rumah alang).

foto : Musfarayani

foto : Musfarayani

Continue reading

Categories: ARTIKELKU, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: