ARTIKELKU

Cerita 1 Rumah Tunggu : Biarkan Istri beta mati di kampung saja, Dokter…

Women are not dying because of disease we can not treat. They are dying because societies have yet to make the decision that their lives are worth saving.” (Gynaecology-Prof.Mahmoud Falhalla, 1997, Former Presiden of FIGO- Profesor of Obstetics and Asslut University, Egypt

Continue reading

Categories: ARTIKELKU, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Minggu yang sibuk

Meski letih pun, tetap senang…..*tepaar!!

20150129_121658 20150129_171834 20150131_155105 IMG_7291 IMG_7307 IMG_7308 Continue reading

Categories: ARTIKELKU | Leave a comment

Wulla Poddu, a ritual to express gratitude of West Sumba People

A Rato Adat (elder or spiritual leader) sat cross-legged while enchanting prayers solemnly; he was holding rice grain on a small plate in front of him. Meanwhile the other Rato Adat slaughtered chicken calmly until prayer word finished and the chicken was dead. Then, Rato Adat who slaughter chicken took some feathers of chicken just by one pulled out. The feathers were collected with other feathers. Then, the feathers would be hung on the roof of the traditional house (Uma ngaingo /Rumah alang).

foto : Musfarayani

foto : Musfarayani

Continue reading

Categories: ARTIKELKU, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Wulla Poddu Ungkapan Rasa Syukur Orang Sumba Barat

Seorang rato adat (tetua adat/pemimpin spiritual) duduk bersila sambil merapalkan doa dengan khidmat, dia memegang beras di piring kecil yang ada di depannya. Seiring dengan itu rato adat lainnya menyembelih ayam dengan tenang hingga rapalan selesai dan ayam pun mati. Rato adat penyembelih ayam itu langsung mengambil sebagian bulu sayap ayam dalam sekali cabut. Bulu-bulu itu disatukan dengan bulu ayam lainnya. Bulu-bulu ayam itu nantinya akan digantungkan di atap rumah adat (uma ngaingo/rumah alang) di sana. Continue reading

Categories: ARTIKELKU, CATATAN HARIAN, CATATAN PERJALANAN | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Female Food Hero Marunda 1 : Habibah, Wajah Istri Nelayan Marunda Kepu

“Hari ini beberapa serok saya rusak karena terhantam ombak, jadi tidak bisa mengambil ikan di sana. Ombak terlalu keras. Seperti ini selalu musim angin barat. Padahal ini sudah bulan Maret. Biasanya angin barat selesai bulan Desember (dari November), tapi sekarang tidak bisa dikira lagi,” demikian jelas Habibah, 50, salah seorang perempuan asli Marunda, yang kini menjadi warga Marunda Kepu, Kecamatan Cilincing, Kelurahan Marunda Baru, Jakarta Utara. Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Female Food Hero Marunda II : Habibah, dan Nelayan Marunda Di Tengah Kepungan Limbah serta Reklamasi

Di antara jalan Banjir Kanal Timur  (BKT) yang memanjang ada sebuah perkampungan kumuh nelayan tersisa di Marunda Kepu, Kecamatan Cilincing, Kelurahan Marunda Baru, Jakarta Utara. Kampung ini berpenghuni kurang lebih hanya 500-an KK. Dibandingkan dengan gedung kokoh pabrik sebuah perusahaan minyak goreng, ruko dan gudang, termasuk Rusun seberang BKT  yang  berwarna, maka kampung nelayan tersisa Marunda ini menimbulkan gambaran kontradiksi. Rumah-rumahnya berdiri seadanya,  beratap seng yang rendah, bertembok cat lusuh, tanah yang selalu becek, genangan air hitam di sela antara rumah, bau got dan sampah yang berserakan. Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Female Food Hero Jumiati 3- Profil Jumiati : Menumbuhkan asa Mangrove Berbuah Krupuk

Sekumpulan perempuan berjuang keras melalui lumpur basah kental setinggi dada setiap kali mereka akan menanam bibit mangrove berikutnya. Salah satu diantaranya bertubuh besar. Dia tidak kalah semangat ikut turun dalam lumpur, meski untuk setiap melangkah dan bergerak dia selalu dibantu oleh kawan-kawannya. Para perempuan yang giat menanam mangrove ini adalah para istri nelayan yang menamakan diri dari Kelompok Perempuan Nelayan Muara Tanjung, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO, PUBLIKASI | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Female Food Hero Jumiati 2- Jumiati dan Pembebasan Perempuan Nelayan Dari Kemiskinan

Jumiati baru saja lulus SMK di Kabupaten Batu Bara, 1999. Mimpinya adalah segera mendapatkan kerja, hingga dapat membantu perekonomian keluarga di rumah. Terutama untuk ibunya yang selama ini sendirian membesarkan lima anaknya, termasuk Jumiati. Sambil mencari kerja dan mengisi waktunya setelah lulus, dia pun tidak menolak ketika seorang kawan mengajak menghadiri sebuah acara Pendidikan Pemilih.  Dia tidak tidak tahu arti kegiatan tersebut. Dia tidak bertanya banyak, ikut saja. Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Female Food Hero Jumiati 1 : Mendadak dangdut dan Selamat Tinggal Bakrie!

Musim angin barat dan gelombang laut tinggi. Para nelayan Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, memutuskan tidak melaut. Tapi, hanya Saini, 37, salah satu nelayan di desa tersebut yang nekat melaut. Beberapa hari setelah dia melaut,  para nelayan digegerkan laporan istrinya, Syaripah, 33,  Saini belum kembali ke rumah sejak dua hari dia pergi melaut. Tidak lama berselang, Saini muncul dalam kondisi kritis. Dia ditemukan oleh kapal nelayan lainnya. Dia masih bisa bertahan selama dua hari terombang ambing di laut dengan menyanggahkan diri dari pecahan kapalnya yang tersisa. Saini termasuk yang beruntung, karena biasanya yang terjadi, jika ada nelayan nekat melaut di musim bakat (sebutan lokal untuk menyebut musim laut bergelombang tinggi- angin barat-red), maka dia tidak akan kembali. Tertelan laut. Syaripah merasa bersyukur suaminya selamat.

Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO, PUBLIKASI | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Murniati guru “penyelamat” Hutan Bakau Pulau Tanakeke

Siswa siswi Tanakeke ditumbuhkan kesadarannya tentang arti bakau bagi pulau Tanakeke

Siswa siswi Tanakeke ditumbuhkan kesadarannya tentang arti bakau bagi pulau Tanakeke (sumber foto : milik murniati)

Berawal dari keinginan untuk membantu kawan yang memerlukan tambahan tenaga pengajar di sebuah pulau kecil, Murniati,34, kini tidak saja dikenal sebagai seorang pendidik bagi 300-an murid, tetapi juga dikenal masyarakat Pulau Tanakeke, Desa Rewataya, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, sebagai “guru” dan Penyelamat bakau wilayah tersebut.

Bagaimana tidak, berkat kepeduliannya, kini pesisir pantai kepulauan yang sempat rusak dalam waktu lama, mulai ditumbuhi aneka mangroove yang padat  yang menyelamatkan penduduk bukan hanya dari abrasi tapi juga gelombang laut yang tinggi.

“Siswa-siswa sayalah yang menumbuhkan kembali hutan bakau di kepulauan ini. Saya hanya memberikan inspirasi kepadamereka setiap pelajaran di kelas untuk menumbuhkan kesadaran mereka tentang arti hutan bakau bagi tempat tinggal mereka di kepulauan ini,” jelas Murni. Continue reading

Categories: ARTIKELKU, PROFIL ZERO To HERO | Tags: , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: