Tentang kucing: Si Grey di tengah kucing “ningrat.”

Saya menjemput Grey. Sudah nyaris dua pekan saya titipkan dia di rumah Tante Rika- Si penyayang hewan, terutama kucing, yang rumah besarnya di Rancho Indah. Setiba di sana saya senang, si Grey tampak betah, bahkan menyatu dengan “penghuni” rumahnya. Tante Rika seperti biasa menerima saya. Berceloteh sana sini tentang kelakuan para kucing-kucingnya. Terutama si Grey si kucing kampung di tengah lima kucing angora atau apa lah- yang jelas bukan kampung- peliharaannya.

“Suami saya menyebut Grey, si kancil. Paling lincah sendiri. Kerjaannya melompat-lompat. Kadang berdiri tegak. Bayangin kucing bisa kayak gitu. Tapi, kolokannya minta ampuun,” celoteh tante Rika sambil mengelus Grey yang bermanja di pangkuannya. Grey tahu saya datang, dia juga mengenali saya. Tapi dia mencoba tidak mempedulikan saya. Saya mendiamkannya, memuaskannya bermanja-manja dengan Tante Rika. Terpenting saya senang, kucing ini dipelihara dengan baik.

Dia berceloteh si Grey bisa ada di mana saja. Tidak seperti kucing-kucing angoranya yang kalem. Rumahnya yang bertingkat tentu saja menyenangkan Grey yang hiperaktif dan lincah. Kata Tante Rika dia bisa naik dan turun dnegan melompati tiga anakan tangga sekaligus. Aku pura-pura terkaget-kaget. Sebenarnya enggak heran. Saya tidak pernah mengurungnya. Saya membebaskannya seperti hal sejatinya dia sebagai kucing. Saya tidak  akan mengubah sejati kucingnya. Saya juga tidak akan mensterilkannya. Karena menurut saya jika saya jadi kucing saya pasti sedih sekali jika bagian dari tubuh saya dibegitukan. Saya hanya mengajarkan dia dimana harusnya buang air. Karena saya tidak suka kotor. Kucing kalau tahu ada manusia yang sayang sama dia, juga rajin membersihkan badannya. Grey pun demikian. Saya paling memandikannya sebulan sekali. Karena Grey enggak bau, dan itu karena dia rajin menjilati tubuhnya jika ada waktu tidur- yang saya tahu sering banget dia goleran ala anak pantai. Saya juga mengajarkannya  bersikap baik sama betina, hahahaha. Ngerti enggak yah, Si Grey.

Saya senang Grey bisa memberikan keceriaan sendiri pada keluarga Tante Rika. Saya berterimakasih banget dia telah berbaik hati dengan Grey selama saya tugas keluar kota. Bahkan kucing-kucing angora tante Rika juga mulai menyukai Grey. Cuma mereka ogah diajak gulet-guletan dnegan Grey. Membuat Grey mencari sasaran lainnya.

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: