Innalillahi wa innalillaihi rojiuun. Mari kirim alfatihah dan doa buat beliau. Lantang menamakan diri Muhammad Ali tanpa ragu sedikit pun.

Waktu SD, sekolah saya selalu menghentikan semua kegiatan dan semua dinding pembatas kelas dilepas, jika ada tarung Muhammad Ali disiarkan langsung oleh TVRI waktu itu. Sebuah tv di pasang di tengah di tempat tinggi sehingga kami semua bisa melihat yang ditayangkan. Kami memberi semnagat dengan menyebut nama, “Ali, Ali, Ali!” Seolah kami ada di arenanya. Seperti merapal doa untuknya. Tidak ada satu pun dari kami si generasi X tidak mengenalnya. Bahkan generasi setelahnya. Kemenangannya seperti kemenangan kami, kesakitannya seperti kesakitan kami.

Cuma bisa kirim doa untukmu, Muhammad Ali?

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: