Catatan tentang Bedul

Namanya Abdullah Ali. Panggilan sayang kami kepadanya Bedul. Salah satu keponakan. Katanya dia kepengen banget nonton Civil Warnya-Captain America. Sebagai tante yang baik, dibela-belainlah nemenin. Tapi begitu dijemput, belum pakaian. Masih pake celana kolor dan singlet. Jadilah nungguin dia berganti pakaian dulu. Dia jadi buru-buru karena saya menunggunya dengan taksi. Mau saya sih, begitu saya tiba dia sudah siap, dan langsung masuk taksi. Karena waktunya juga sudah mepet. 

Alhasil terlambat deh, nontonnya. “Hemmm. Kamu sih, bukannya langsung siap tadi.  Gimana, masa pulang?” Tanya saya. Syifa yang ikut menemani cuma mesam-mesem. “Nonton AADC 2 aja, gimana?”kata saya lagi.

Bedul langsung bilang, boleh juga. Sementara Syifa menggeleng keras. “Tidak, tidak, tidaaak Tanteee….aku sudah nonton tiga kali,” katanya heboh kayak main lakon sinetron.

“Jadi? ” Tanya saya…

“Tapi enggak pernah bosan. Jadi boleh deh, nonton lagi…”

Saya dan Bedul ketawa. Syifa, Syifa….Mengocehlah dia tentang Rangga dan puisi-puisinya yang puitik, Aku menyelaknya. “Itu bukan Rangga yang buat, Tapi Aan Manshur..”

“Aku tau tante. Tapi kan, ini aku omongin film. Rangga dan puisi….” Yah, Syifa suka puisi. Dia juga seorang yang puitis. Kayak tantenya yang ini…hahahaha.

Jadilah kami menonton AADC 2. Setidaknya acara menonton AADC2  ini juga menebus ketertinggalan saya waktu menonton ini bersama Evi, yang sempat ketinggalan 30 menitan, gara-gara kesasar cari letak bioskop di Mall.

Dul suka, tapi banyak tanya.  Kami sibuk menjawab pertanyaan. Pas adegan Cinta dan Rangga ciuman, dia malu sendiri, salah tingkah sendiri. Dia tutup muka dengan tangannya. Saya tersenyum melihatnya. Lalu memeluk kepalanya sambil kucium ubun-ubunnya. “Sudah belum tante?” bisiknya. Saya bilang sudah. Dia kembali menontonnya.

Setelah menonton, seperti biasa kami makan bersama. Bedul memilih tempat makan favoritnya yaitu Steak 21. Baru deh, saya bisa mendengar cerita panjangnya soal sekolah, tentang Pramuka yang dia gemari banget. Tentang teman-temannya. “Teman dekatnya” yang dia sayang.  Tentang, “Iya deh, Bedul coba les gitar,” katanya setelah cerita bahwa dia bisa main gitar hasil belajar otodidak hanya dengan melihat di youtube, dan kutawarkan, “gimana, sekalian aja seriusin belajar gitarnya…”. Tentang niatnya berhenti main game dan mau lanjuti menulis cerita dan baca buku. Tentang Ramadhan nanti mau rajin sholat dan ngaji. Tentang segala yang dia ungkapkan yang membuat saya senang, karena tentang semua ceritanya dia berusaha ingin jadi anak baik dan berguna, hehhehe. Padahal udah baik, ah…

Doaku selalu untukmu, Bedul. Semoga jadi anak yang baik selalu dan dilindungi Allah SWT. Amiin.

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: