Nenek Saptih, 78. Sejak tahun 80-an tinggal di salah satu slum area di Pulo Gebang. Dengan bangga dia tunjukkan “rumah” sekamaran ini yang baru dibelikan anaknya. Hasil kerja keras sang anak di Batam. Dia tinggal bersama satu cucunya. Dia senang tidak perlu bayar kontrakan lagi. Makin bersyukur lagi ketika dia mendapatkan saluran air bersih perpipaan, tanpa dia harus membyar sambungan pipanya. Dia merasa hidupnya diberkahi karenanya. “Rumah dan air bersih.”

Selama ini air tanah berlimpah memang jadi andalan warga. Mereka sebut air sanyo, karena dipompa oleh mesin bernama sanyo. Tapi jangan tanya kualitas airnya. Berbau. Semalaman ditampung di ember, ada endapan tapi air tidak membening, melainkan berwarna kuning. Pakaian putih yang dicuci tidak akan selamat untuk kinclong. Rusak sudah. Dipakai mandi membuat kulit gatal. Berbusik. Tapi gak ada pilihan, lama-lama mereka kebal. Untuk masak dan minum mereka membeli air. Siapa yang jualin? Mafia-laaah!

Mau langanan air kran? Dalam aturan syaratnya tidak memungkinkan “grey area” bisa dapat air berish perpipaan. Ada solusinya, tapi memasang pipa dan meteran induk itu mahal. Bingits! Belum lagi waktu akan mulai memasang, isu area ini akan digusur sempat memicu konflik yg emosional. Nasib “warga liar.” Beranak pinak hingga generasi ketiga hingga empat, tinggal di tempat yg statusnya bikin gelisah. Mereka hanya dihitung sebagai angka bukan sebagai manusia.

Nenek Saptih menyatakan kegembiraan dapat air bersih dr air perpipaan, “Dulu pake air tanah, rambut hitam, tapi kulit busik. Sekarang pake air kran, rambut putih, tapi kulit kinclong,” katanya ketawa ngikik senang sambil terus menerus menyalakan air krannya dengan gembira menunjukka air jernih mengalir langsung di kamar mandinya yang kecil.

Saya kepengen ikutan ketawa tapi enggak bisa. Saya tahu paling menghibur yang baik adalah mentertawakan diri sendiri, jadi untuk menanggapi sang nenek, saya hanya bisa nyengir. Mungkin nyengir miris tepatnya. Sambil berdoa dalam hati, semoga sehat selalu, nek….

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: