Tentang Kucing : Kangen anak-anak kucing

Hari ini di rumah sepi. Enggak ada kaki-kaki kecil yang menyambut saya pulang sambil meong-meong manja mengelilingi kaki saya. Sekarang saya sadar, betapa saya sudah terikat secara emosioanal dengan anak-anak kucing itu. Bahkan saya kini kangen bau-bau mereka  yang khas. Khas bayi kucing.

Saya hanya…… mungkin belum niat merawat dan memelihara kucing. Mungkin  yang saya takutkan adalah soal waktu dan kerja saya. Perlu waktu total dan intens merawat dan memelihara anak-anak kucing apalagi yang masih berusia satu atau dua bulanan. Tapi kini, setelah mereka semua tidak ada, saya hanya memandang makanan kucing yang masih tersisa di kantung bungkusnya. Bekas kerdus mereka biasanya tidur.Saya pun menangis sesungukan karena sungguh saya kangen mereka.

Saya kangen menatap mata-mata mereka yang lucu menggemaskan saat mereka menatap saya saat akan pergi kerja. Seolah bilang, bisa tidak kami ikut. Lalu mereka mengejar saya hingga di tangga dan tidak berani turun karena tinggi, sehingga harus kembali ke balkon. Kangen ketika mereka berebutan masuk ke kamar saya setiap kali saya membuka pintu. Kangen ketika mereka mengerubungi saya saat menyiram tanaman saya. Kangen mereka duduk di paha saya atau sekedar rebahan. Tapi saya ternyata tetap tidak telaten mengurus mereka. Mereka kemarin ada yang sakit sebelum saya tinggalkan ke Yogya. Salah saya karena membersihkan anus salah satu kucing terlalu keras. Karena pada bagian itu terlihat bekas kotoran yang mengeras. Saya khawatir kalau tidak dibersihkan bisa membuat kuman dan bakteri. Jadi saya membersihkannya dengan tisu basah, dan itu adalah  sebuah kesalahan. Saya harusnya membersihkannya  dengan kapas dan air hangat. Dua kucing mengalami mencret-mencret, saya rasa karena cuaca dingin dan minuman susunya yang tidak cocok. Saya sendiri merasa kelelahan dan bingung, hingga saya merasa mengalami sakit kucing, dan badan saya sepetti bau kucing.

Saya membawanya ke bandara untuk diambil Fiya. Sepanjang jalan mereka tidur tapi begitu bangun salah satunya mencret-mencret dan saya sibuk membersihkan dan menutup kotorannya dengan tisu-tisu. Yah, taksi bau banget. Untung supirnya baik banget. Saya meminta maaf dan memberinya lebih dari yang seharusnya saya bayarkan.Tiga kucing tersisa itu dibawa adik saya Fiya ke rumah kawannya yang memang pecinta dan pemelihara kucing. Saya sebenarnya akan membawa kucing itu ke dokter hewan. Bahkan ingin menitipkannya untuk dirawat selama saya di Yogya. Tapi waktu yang tidak memungkinkan saya melakukannya. Jadi saya meminta adik saya memastikan kesejahteraan anak-anak kucing ini.

Saat saya di Yogya, saya merasa lega karena kucing-kucing itu telah diurus oleh orang yang tepat dibandingkan saya. Tapi dua hari kemudian saya telpon adik saya,  diberitahu salah satu diantaranya telah mati. Saya shock dan saya sedih sekali juga merasa bersalah. Saya menangis sesungukkan karena merasa telah menjadi manusia paling buruk di dunia. Saya telah membuat  salah satu makhluk yang ada di tangan saya sempat sakit dan sekatang mati.

Sekarang dua kucing sudah membaik kata adik saya, dan dititipkan ke shelter dan mendapatkan perawatan yang baik. Saya senang mereka kini bisa dirawat dan diasuh dengan baik. Meski saya sangat kangen banget sama mereka. Saya tahu banyak kekurangan, tapi bersama saya, saya tahu kucing-kucing itu  senang dengan kemerdekaan yang saya berikan.

Sekarang, saya ingat kucing-kucing itu lagi. Saya merasa sedih karena telah menelantarkan mereka dengan kerja-kerja ini. Meski saya tidak pernah alpa memberi mereka makan. Memastikan kebersihan mereka. Memberi mereka pelukan. Tapi sudahlah, saya tidak ingin anak-anak kucing itu mati karena kebodohan dan kelalaian saya yang tidak punya pengetahuan banyak dalam merawat bayi-bayi kucing. Bahkan waktu yang intens dalam memperhatikan mereka.

Tapi saya sangat menyayangi mereka. Kangen banget, Hanya Allah yang tahu…..

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: