Tentang Kucing – Para Kucing Masih Aman dan Mulai Minum dan Makan

Saya sebenarnya lagi hetik banget. Banyak hal yang mesti saya persiapkan. Ada event untuk mengawal cerita-cerita enggak populer macam master meter. Mesti konfirm, kirim email, fax. Belum lagi urusan laporan. Beuuh….

Tapi gara-gara hujan lebat tadi, pikiran dan hati enggak tenang. Saya enggak suka ada sesuatu yang membebani pikiran saat kerja. Karena itu, menurut saya memelihara kucing adalah bukan bidang saya. Saya merawat mereka sekarang lebih karena tidak bisa membiarkan mereka terlunta-lunta lalu mati dengan cara yang semuanya enggak enak dan pastinya mengenaskan.

Begitu waktunya makan siang, saya cari warteg dan membeli ikan cuek. Saya akan membuatkan mereka makan siang. Saya sendiri membeli empek-empek di encik-encik langganan saya di gang kampung.

Tiba di balkon saya melihat tidak ada suara. Balkon juga kering, hanya basah di pinggiran. Ah, syukurlah. Tapi kemana itu para kucing? Saya lihat dalam kerdus rupanya pada molor. Enak banget kayaknya. Tapi begitu salah satu kriyep-kriyep membuka mata, dia melihat saya. Lalu mulai bangun dan meong-meong. Otomatis lainnya begitu semua. Ramelaaaah. Ampyuun yeee…Syukurlah, mereka baik-baik aja. Saya selalu tersenyum entah kenapa setiap melihat mereka. Tatapan dan wajah mungil yang lucu. Mnggemaskan banget.

Lalu saya berikan ikan cuek yang sudah disawir-sawir halus. Saya senang, jadi saya tidak perlu menggunakan pipet lagi untuk memaksa mereka memakan dan meminum sesuatu. Saya pikir mereka tidak terlalu bayi banget. Ternyata secara alamiah oke-oke aja. Saya sih, disarankan membeli makanan whiskies. Biar gak repot. Tapi hingga sekarang enggak sempat mencari petshop=petshop sekitar Sudirman dan Setiabudi. Ternyata di Setiabudi adanya hanya di ITC Kuningan. Ini kompleks rumah gede-gede tapi enggak ada pelihara pets, jadi enggak banyak petshop di wilayah ini.

Terpenting saya lihat para kucing sudah bisa minum. Jadi saya tidak perlu “menyiksa”nya dengan minum pake pipet.

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: