Menikmati Jakarta dan Renang

Saya menikmati banget suasana Jakarta jelang akhir tahun ini. Lengang, enggak ada bising dan macet. Saya bisa pergi kemana pun dengan waktu yang singkat. Saya bisa menikmati denyut Jakarta yang lebih tenang, sehinggga memandang senjanya pun kini tanpa sesak dan penat. Tahu enggak, sih, senja Jakarta itu sempurna banget dengan cuaca cerah seperti ini. Matahari senjanya bulat jingga. Saya bisa melihatnya dari balkon jika tengah menyirami tanaman.

Saya memang bekerja, tapi karena akhir tahun semua orang libur, maka saya pun jadi seperti ikut liburan. Saya bisa membaca buku dan menonton film lebih sering. Bisa berlatih Yoga sendiri setiap mau tidur. Lebih asik lagi, selama liburan ini saya memfokuskan diri untuk memperlancar olahraga renang saya. Yah, saya belajar renang lagi. Saya ingin menseriusi olahraga renang ini dengan cara yang baik dan benar. Bukan hanya sekedar nyemplung dan mengambang saja. Saya bahkan memanggil guru privat renang yang bisa memastikan saya berenang dengan cara yang baik dan benar tersebut.

Untuk apa? yah, untuk bisa berenang dan menyelam di laut nanti. Tahun-tahun ke depan saya akan mengurangi kegiatan naik gunung saya. Meski saya tidak yakin benar apakah saya akan “mengurangi” naik gunung. Sekarang saja –  kadang-  saya sudah kangen Rinjani, atau mau naik Kerinci lagi. Setidaknya ada tiga dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia belum saya daki. Latimojong (Enrekang. Sulawesi Selatan), dan Binaiya (Maluku). Terakhir Cartenz…hehehhe, oke terakhir ini kita simpan saja dulu dalam mimpi di kepala.

Ke depan saya ingin bisa bebas berenang  dan menyelam di laut-laut Indonesia jika saya bisa berkunjung lagi. Saya tidak akan melewatkannya begitu saja, seperti selama ini. Setiap kali berkunjung ke pulau-pulau indah yang terkenal dengan hutan lautnya. saya tidak berani menyelam atau berenang intens. Hal ini disebabkan ketidakpercayaan diri saya dengan kemampuan renang dan pengetahuan saya dalam bergerak di dalam air. Sehingga serba ragu kadang juga takut, karena tidak memahami air dengan baik. Kelamaan di darat, maka bergerak di air seperti bukan dari insting kita.

Sekarang, selama liburan panjang ini. setiap hari saya berusaha lebih banyak ada di dalam air Memahami air dengan tubuh sendiri. Memahami gerakan tubuh untuk bersinergi dan berirama dengan air. Sekarang sudah ada sepekan, saya mengalami kemajuan yang baik dalam berenang. Belum kelas mahir. Tapi setidaknya saya kini bisa meluncur ke bawah (bukan mengambang), dan berenang di dalam air (bukan di atas) cukup baik. Saya bisa memahami untuk bernafas bersama air. Hal ini menyenangkan banget. Saya bisa berenang di permukaan air atau menyelam. Tentu saja dengan gerakan yang baik dan benar. Saya tidak perlu dibantu dengan alat-alat apa pun untuk melakukannya kecuali kaca mata renang.

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: