Kolam Renang ini pun menjadi ramai

Beberapa bulan ini saya giat berlatih renang. Terutama di tiap akhir pekan dan hari libur. Hal ini menjadi penting karena target tahun depan adalah saya  mulai fokus pada perjalanan ke air. Yah, ada lah naik gunung. Apalagi ada tiga gunung dari 7 puncak Indonesia belum saya daki hingga puncak, yaitu Latimojong di Sulawesi Selatan dan Binaiya di Maluku. Cartens, saya tidak tahu apakah saya bisa mencapainya. Berharap ada keberuntungan yang memudahkan saya untuk bisa ke puncak tertinggi di Indonesia ini.

Terus terang berenang dan aktivitas di air adalah kelemahan saya. Saya sama sekali kurang mahir jika di air. Padahal saya juga banyak kegiatan yang berhubungan dengan air. Terutama di laut. Jadi setiap melakukan perjalanan ke wilayah pesisir, laut dan pantai Indonesia saya tidak berani melakukannya tanpa bantuan alat penopang keselamatan. Karena itu saya kini rajin berlatih berenang tiap kali ada kesempatan. Berlatih dengan serius. Ingin memastikan air juga bagian dari gerakan tubuh saya seperti halnya saya berjalan dan berlari didaratan.

Saya biasanya mencari kolam renang yang tidak diakses publik lebih banyak. Terutama cowok. Sebenarnya di kolam renang orang cenderung enggak peduli satu dengan lainnya. Tapi karena tidak terbiasa, jadi saya malas ke kolam renang campuran. Saya juga males mengenakan baju renang ala muslimah begitu. Jadi saya mencari kolam renang khusus perempuan, dan itu jarang ada di Jakarta. Dulu sih, saya biasa berenang di bekas kantor saya dulu, di Oxfam. Itu kolam renang selalu bersih. Saya menyukainya. Tapi karena sudah jarang kawan saya mau berenang di sana, jadi tidak pernah lagi berenang ke sana. Saya lalu menemukannya di beberapa daerah Tebet. Saya menyukai suasananya. Kolam renangnya juga panjang, sehingga memudahkan saya melatih daya tahan tubuh saya. Biasanya saya berenang pukul 14.00 hingga jam 16.00 WIB. Tempat-tempat tersebut selalu sepi.

Nah, pada hari ini, tepatnya sorean tadi, saya mencoba lebih pagi datang. Pikiran saya, jika lebih pagi maka saya punya waktu banyak untuk berlatih. Tapi apa nyana, tiba-tiba kolam renang itu ramai sekali dengan orang. Anak-anak pulak.  Saya merasa tempat “sunyi” saya sudah mulai diketahui oleh orang banyak. Mungkin bukan hanya saya saja yang merasakan kenyamanan dan privatisasinya. Sampe bete saya melihat spot-spot yang biasa saya gunakan untuk berlatih udah “diambil” orang. Alih-alih saya bukannya berenang, saya memilih makan dan minum teh di sana, menunggu suasana tidak padat dan ramai begitu.

Saya tahu ini musim liburan. Mungkin kolam renang tempat yang murah dan asik dibandingkan harus pergi ke Ancol. Mahal banget kan, ke sana. Padahal dulu waktu kecil ke Ancol itu cuma bayar karcis parkir aja. Sekarang kan, enggak begitu. Mau ke arena apa bayar, mau pindah bayar, semua bayar. Lah iya, laaaaaaaah….Hahahahhaa

Tapi sudahlah. Saya akhirnya bisa nyemplung ke kolam renang pukul 13.00, dari Jam 11.00 saya menunggu. Saya senang saya semakin lebih baik menyesuaikan badan saya dengan air disekeliling saya.

 

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: