“Ronin” Pagilaran

Menyenangkan kalo lagi kerja begini ketemu perempuan-perempuan tangguh seperti ini di pelosok. Mereka bekerja keras dengan cara yang halal. Tidak terlalu macam memikirkan hidup, terpenting enggak menyerah dengan keadaan. Karena bekerja halal begini kan, ibadah. Apalagi tujuannya untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga yg sederhana saja. Terutama anak bisa sekolah. Tentu saja, kalau maunya mereka sih, inginnya diam di rumah saja, mengurus rumah, mengelola gaji suami, dan mengurus anak. Tapi kadang hidup gak seperti yang diinginkan tapi bukan berarti harus pasrah. Mereka juga ingin berkontribusi untuk kehidupan dirinya dan keluarga yang dibinanya. Menjadi buruh pemetik teh dengan honor 5000 perhari dan bisa menjual hasil petikan yang dikelola pabrik teh Pagilaran, Batang, Jateng dengan harga perkilo Rp 500, sudah itu cukup. Tidak perlu demo-demo minta naik honor dan krnaikan tarif petikan teh. Kerjanya juga seperti buruh bekerja pada umumnya. Dimulai jam 7 pagi hingga jam 4 sore, membuat saya malu, karena saya suka sekali bangun kesiangan. Jelas saya tidak bisa jadi pemetik teh jika tinggal di sini. Kelima kalinya ke Pagilaran, tapi satiap ketemu perempuan pemetik teh, maka saya sempatkan minta foto bareng dengan mereka. Abis, gimana yah. Begitu mrk jalan, berpakain seperti ini, bayangan saya malah melihat mereka seperti pendekar-pendekar dsri negri mana gitu….Yah, selalu bangga berdiri gagah bersama mereka. *maklum orang kota norak hahhahaha

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: