Kamu kini samar..sayup-sayup…memudar…

Seorang kawan menyebut nama dan kabarnya. Entah kenapa hanya samar yag teringat baik wajah dan namanya di kepala. Bersusah payah mengenang. Seperti lalu. Sepertinya pernah mendengarnya. Entah diman. Orang sekeliling sering menyebutnya. Tapi tidak pernah melihat wujudnya…

Maaf kawan, itu sebuah lalu. Dia hanya buih laut, hanya meyentuh ujung kaki kita sebentar, membuat kita kaget kemudian menjauh dan tergulung samudera menghilang.  Hanya semusim, seperti hujan datang terburailah ia bersama angin di semesta hujan. Suara, wajah bahkan bentuknya, kini samat-samar, sayup-sayup, memudar….Frustasi, karena tidak bisa mengingatnya utuh. Entah menjadi apa, setiap diingatkan hanya mendoakan yang baik… *efek denger orang zikir di mesjid

View on Path

Advertisements
Categories: PUISI | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: