Tubuh itu punya batasnya juga, yaaa. Kalo gak peka dengan tubuh sendiri dia bakal menjerit dan melumpuhkan kita seketika agar kita diam, istirahat. Tiba-tiba demam begitu masuk kamar hotel usai ngawal training. Mual, mau muntah. Bingung, gak pernah begini. Langsung ke klinik terdekat dari hotel.

Dokter memeriksa dalam diam. Tidak bersuara, dan mulailah terasa aneh sunyi gitu. Tanya dong.

“Sakit apa, dok?”
“Kecapean.”

Dalam hati : sakit kok, kecapean. Emang ada sakit namanya kecapean?!
“Enggak perlu periksa darah dulu, dok?”

Dokternya menatap mau ketawa. Mungkin dalam hati dia berpikir, nih anak bawel banget. Sok tahu pulak. Dokternya siapa, dia yg analisa. Ibu dokter langsung menggeleng sambil tersenyum lebar. “Enggak perlu.”

Tanya lagi dong : scan? Ronsen?

Dokternya menggeleng tersenyum lagi. “Nii, obatnya. Lambung kamu bermasalah. Itu yg diobati…” katanya.

“Pake antibiotik gak?”
“Gak perlu,” kata dokter
“Kok enggak, dok..”
Dokternya gak sabar, melotot. “Mau saya operasi??”
*nyengir kuda

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: