Setelah kerja keras menghantarkan cerita kearifan lokal soal embungnya para petani Enrekang, Sulawesi Selatan, dalam melakukan adaptasi perubahan iklim, dengan kondisi kurang istirahat saya terbang ke Solo. Lalu menghadapi pekerja bermental penjilat membuat saya nyaris mau muntah depan mukanya. Tapi kesabaran entah dapat darimana datangnya, ketika orang meremehkan kerjamu, berita halaman 1 di Kompas ini membawa kegembiraan buat saya. Juga menampar sang penjilat ketika semua orang di sana menunjukkan apresiasi akan munculnya berita ini.

Saya jadi melupakan semua kejengkelan dan emosi. Saya mendapat telpon dari warga Enrekang di hulu yg katanya sibuk mencari koran ini dan ingin membaginya dengan lainnya. Saya langsung memintanya untuk tenang karena saya sudah membelinya dalam jumlah banyak dan siap dikirim ke Enrekang. Jika ini memberikan semangat, saya juga berharap tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi wilayah kainnya.

Bukan itu saja kawan-kawan media yg saya bawa dalam kegiatan ini saling menunjukkan karya jurnalistik seriusnya, sambil mengatakan, ” semoga tulisan ini bisa membawa kebaikan buat lainnya…” Hal ini memicu wartawan lainnya yg belum menulis untuk membuat yg lebih baik lagi.

Sebagai media advokator, sungguh ini pencapaian yang saya sambut dengan penuh haru…karena orang yg saya ajak kerja bukan hanya untuk dpt kerja dan berita, tapi juga ingin berpartisipasi untuk aktif peduli….

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: