Sky Al Sudah Meminum ASI #BabySky

Sekarang setiap ke Makassar saya menjenguk Sky Al. Anak bayi yang rencananya akan saya adopsi dan rawat. Pada 8 Agustus lalu saya melihat Baby Sky yang keciil mungil itu masih minum susu formula.  Ibunya yang belia dan sesungguhnya masih sekolah itu terlihat bingung dan tidak siap untuk menyusui. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dia pasti takut, bingung juga mungkin tidak paham harus bagaimana menghadapai bayi dan menyusuinya,

Neneknya….Ah, jangan harapkan dengan perempuan tua tukang rutuk dan menyesal-nyesal itu. Sepanjang ketemu dan bicara, mulutnya selalu keluar rasa penyesalan. Rasa “hancur” yang dia bebankan kesalahannya kepada anaknya yang belia itu karena telah hamil di luar nikah dan melahirkan seorang anak laki-laki. “Hancur semua yang saya lakukan untuk dia. Saya kerja siang malam, banting tulang dan kerja keras tapi hasilnya begini….” menangis sendu dan terluka. Membuat anaknya diliputi merasa bersalah yang dalam dan menangis. Membuat sang bayi juga merasa pilu….Aku benci melihat hal semacam ini. Melihat seorang tua yang sukanya menyesal-nyesal dan merutuk kepada anaknya yang jelas telah menunjukkan penyesalannya yang dalam. Tidakkah dia tahu, jika anaknya seperti itu juga pasti tidak bisa dilepaskan dari kesalahannya juga sebagai orang tua.

Aku sebal melihatnya merutuk-rutuk dan tidak memberikan semangat kepada anaknya yang perlu di naikkan martabat dan juga rasa kepercayaan dirinya. Gimana pun dan siapa pun tidak menginginkan kejadian “kecelakaan” di luar nikah. Tapi bayi ini telah lahir. Dan dia terlahir suci.

Saya lihat sang ibu belia ini mulai menyusui anaknya. Saya melihat mata dan pandangannya ada keterikatan dan juga kasih sayang ibu yang mengharukan.  Dia susukan dengan sungguh hati. Saya enggak tahu apakah ke depan sang ibu mau melepaskan anaknya untuk saya. Semuanya saya serahkan sama dia, Saya hanya ingin membantu. Bahkan jika sang ibu mau ikut dengan saya dan meninggalkan si ibu tua yang payah dan tidak tertolong itu….

Saya merasa, ibu belia ini masa depannya masih panjang. Saya tidak ingin kejadian yang menimpanya menghancurkannya dan menghalanginya meraih cita-cita. Kejadian ini sudah terjadi. Enggak bisa kita melihat ke belakang lagi. Yang harus dipikirkan adalah masa depan. Saya ingin membantunya, dengan merawat dan mengadopsi Baby Sky, dia bisa fokus melanjutakan sekolahnya, meraih cita-cita, hidup sukses dan mandiri. Jika pada saatnya nanti dia bisa menjemput anaknya yang aku rawat dan besarkan dengan segala kemampuan yang kupunya. Saya juga tidak akan menghilangkan statusnya sebagai ibu jika dia menginginkannya. Dia juga diberi kebebasan menengok, dan punya hak atas Baby Sky jika dia memang menginginkannya. Jika tidak pun juga tidak apa. Sky dan ibu belia ini punya hak menikmati masa anak-anak dan remajanya dengan baik. Sang ibu harus lebih baik dari si nenek tua itu.

Entahlah…saya juga tidak tahu ke depan seperti apa. Hanya memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Terpenting niat baik ini sudah dilakukan….

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: