Belanja Perlengkapan Bayi itu perlu Persiapan #BabySky

Seharian ini saya sibuk “berburu” baju bayi dan perlengkapannya. Saya mencarinya ke kawan-kawan saya, yang pernah punya bayi, dan mungkin sudah tidak menggunakannya lagi, karena bayinya sudah besar. Hal ini disarankan oleh kawan saya lainnya. Dia bilang, bayi itu cepat banget besarnya, jadi kalau ada yang bekas dan masih bagus, lebih baik digunakan. Aku berpikir, iya juga sih. Bayi itu kan pasti tumbuh besar. Kendati begitu, saya tetap mencari baju bayi di toko-toko khusus yang menjual pakaian dan perlengakapan bayi. Terus terang saya tidak tahu pakaian dan perlengkapan bayi apa saja yg diperlukan, terutama untuk bayi berusia 1-3 bulan ke depan. Jadi saya tanyakan ke ibu saya, kakak saya juga ke kawan-kawan saya yang sudah punya bayi.

Saya tahu jenis-jenis pakaian bayi dan fungsinya. Bahkan cara menggunakannya. Tapi itu sudah lama sekali waktu saya ikut membantu ibu saya yang baru melahirkan adik bungsu saya kini sudah dewasa, bahkan sebentar lagi  akan menikah itu. Nah, kebayang kan, sudah lama sekali. Saya tahu ada gurita dan fungsinya, ada popok, baju bayi, baju kodok. perlak, taplak ompol, washlap, bedong dan sebagainya. Tapi saya baru tahu jika gurita itu hanya digunakan sekitar dua mingguan saja ketika bayi itu masih punya andeng-andeng puser. popok juga paling dibutuhkan pada umur 2 bulanan. Ada list-list banyaaak sekali perlengkapan bayi yang harus dimiliki dan saya tentu saja tidak bisa memborong semua pada saat itu juga,  mengingat budget saya juga sangat terbatas.

Saya bahkan terkaget-kaget ternyata pakaian bayi itu ternyata enggak murah. Mahal malah. Kata kawan saya, jika akan punya bayi, perlengkapan bayi tidak bisa dibeli sekaligus dalam satu waktu seperti yang saya lakukan hari ini. Jatuhnya pasti mahal.  Setidaknya menyicil membeli pakaian dan perlengkapan bayu sudah dilakukan sejak si bayi masih jadi jabang bayi di perut ibunya. Sekitar lima bulan lah, kita mulai menyicilnya.  Yah, saya tahu juga itu. Karena emak saya melakukannya demikian. Kakak saya juga seperti itu melakukan persiapannya. Tapi ini kan kasusnya beda. Bayi itu bukan bayi saya. Bayi itu lahir disembunyikan karena sang ibu hamil dan melahirkan tanpa direncanakan. Saya ikut repot begini, karena keinginan saya sendiri. Terenyuh melihat kondisi bayi dan ibunya. Sudahlah, saya tidak mau membahasnya panjang. Bagi saya, ada bayi dan ibu yang perlu ditolong. Sudah itu saja.

Saya membeli pakaian bayi di Mall Ambasador ditemani kawan saya Luluk Uliyah. Rencana awalnya sih, hanya melihat-lihat dan survei harga saja dulu. Tapi entah kenapa, begitu melihat saya langsung borong. Luluk bilang kualitas perlengkapan bayi yang saya beli termasuk berkualitas baik. Padahal bayi akan cepat besar. Dia bilang sayang banget, mending cari bekas lungsuran.  Saya tahu juga itu, tapi saya sepertinya tidak punya waktu banyak untuk menunggu lungsuran yang ternyata langka juga unrtuk dicari. Misalnya saya tanya temen-temen saya. Waduh, itu udah dilungsurkan ke adik saya. Saya tanyakan adik atau saudara saya dulu. Nunggu kapan itu perlengkapan dan baju bayi datang, bayi yang akan saya tolong sudah membesar. Hahahahaha.

Setidaknya nanti, setelah baju-baju dan perlengkapan bayi yang saya beli tidak terpakai lagi, saya akan serahkan lagi kepada yang membutuhkannya. Karena ternyata baju bayi itu sangat mahal. Kasihan kepada orang-orang yang tidak mampu.

Sungguh tidak mudah yah punya bayi itu. Ini baru ngomongin pakaian dan perlengkapannya.Belum lagi soal mengurus, memelihara dan mendidiknya agar kelak menjadi anak yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara. Itu perlu kemampuan finansial, kesabaran dan juga dedikasi yang luar biasa sebagai orang tua, bukan….

Ah, sabar yah Baby Sky nyicil satu-satu dulu…

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Belanja Perlengkapan Bayi itu perlu Persiapan #BabySky

  1. teringat sewaktu saya hamil. saya juga borong banyak banget. tetapi kalau bisa di cicil pembeliannya. biar gk pusing dengan keuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: