Penerbangan Pagi itu….

Pagi-pagi buta saya sudah meluncur dari Mataram menuju Bandara Praya, membonceng motornya kawan WALHI NTB. Entah kenapa semalem saya sama antusiasnya mengiyakan ketika ditawarkan kawan saya ini untuk diantarnya. Lupa jarak Mataram- Bandara Praya yang jauh banget itu, dan udara paginya yang membuatmu beku. Saya pun lupa bawa jaket. Tadi setengah jalan sudah mau minta berhenti saja dan telpon taksi. Tapi yg ngeboncengin antusias banget jelasin jalan ini itu sementara dibelakang gemerutuk enggak tega juga mau ngomong, “Mas, mas. Bisa berhenti enggak. Saya naik taksi saja. Alhasil, di bandara rasanya mau ngentut trus. Badan isinya angin Lombok  semua kali ya…

Saya sebenarnya bukan “orang pagi.” Karena itu saya selalu menghindari penerbangan pagi jika tidak terpaksa banget dan tidak ada pilihan lain seperti sekarang. Tiket penerbangan Jakarta-Lombok-Jakarta sudah habis, terlebih di hari ada celah bernama “kejepit” nasional yang kebetulan bernama 17 Agustus, Indonesia Merdeka yang jatuh pada hari Senin. Saya bahkan nyaris tidak kebagian tiket, kata kawan saya yang membelikan tiket untuk saya. Tapi karena acara di Lombok sangat penting bagi kawan-kawan saya yang tengah menggelar ICCA’s (Indigenous People’s Community Conserved Area and Territories) South East Asia Sharing and Capacity Building event, jadi dibela-belain. Ketika orang-orang berliburan ke Lombok dengan pakaian ala anak pantai dengan perlengkapan snorkling atau pun pakaian gunung dengan rasnel besar yang akan ke Rinjani, saya memakai pakaian kasual dan ransel leptop saya untuk kerja. Tapi saya menyukai pekerjaan saya. Jadi saya menikmati dan merasa beruntung bisa bekerja seperti ini. Apalagi bekerja untuk isu-isu tidak populer seperti hak-hak masyarakat adat dan indigenous peoples. Setidaknya dibidang media campaigner saya bisa bantu menyuarakan hak-hak mereka. Jadi tidak apa juga memakai hari libur saya. Tidak masalah juga jika untuk penerbangan kali ini saya menggunakan Lion Air dan bukan Garuda dengan menggunakan fasilitas Sky Team saya. Untungnya kali ini pesawat yang saya tumpangi tepat waktunya.Sehingga saya tidak perlu melihat drama-drama penumpang mengamuk dan menunggu lama dalam bandara dengan permintaan maaf sekotak bungkus makanan ala kadarnya.

Ok, kembali soal saya “makan angin lombok..” Tidak buruk juga untuk saya yang sudah berumur ini. Masuk angin mungkin hanya ada di pikiran saya. Saya hanya tidak sabar segera naik pesawat dan melanjutkan sisa tidur saya yang terpotong pada jam tiga pagi tadi. Demikianlah kerjaan saya, yang membuat saya punya waktu tidur sedikit. Jadi jika ada kesempatan untuk tidur, saya pun bisa tidur dimana saja. Setelah tiba di Jakarta saya bisa segar lagi dan melanjutkan pekerjaan lain berikutnya yang isunya sama sekali berbeda.

Saya menikmati pekerjaan dan hidup saya ini….

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: