Ojek ganteng itu hanya di sinetron – gojek pertama saya

Niat banget ingin mengikuti diskusi dengan kawan-kawan Jurnalis pecinta buku yang dimotori Farida. Apalagi temanya menarik, membahas buku Tjatatan Sumatera karya Muhammad Radjab. Tidak banyak yang tahu, kan. Tapi ini buku dibuat seorang wartawan Antara paska Revolusi 45. Buku ini sudah tidak lagi ditemukan di toko buku mana pun, dan hanya segelintir orang yang memilikinya. Karena buku inilah membawa saya – akhirnya- naik gojek pertama saya.

Saya mau bahas apanya yah, soal pengalaman pertama naik gojek atau bukunya? Hehehehe, terus terang saya belum pernah membaca bukunya. Ini juga dibuka diskusi karena Mas Ahmad Arif, atau dikenal sebagai Mas Aik, Wartawan Kompas, mempunyai buku ini dalam bentuk jpeg. Dia menemukannya dari seorang profesor di Jepang.Orang Jepang tentu saja. Begitu dia membaca dan deskripsi penuturannya sangat cair, serius ringan, dengan diksi yang menarik, dia langsung memfotonya halaman per halaman untuk dibacanya sendiri. Kami juga ingin membahas lebih dalam sosok Muhammad Radjabnya.

Tentang buku ini dan Muhammad Radjab mungkin akan saya bahas berikutnya, setelah saya membaca buku ini dengan baik.

Karena itulah saya ingin ikuti diskusi ini dan karena saya akan telat maka saya putuskan naik ojek. Tapi karena lagi bokek saya coba untuk naik Gojek, ternyata harganya cuma Rp 15,000. Biasanya ojek non gojek menghargainya hingga Rp 30,000 dari Sudirman ke Palmerah.Gojek pertama saya. Emm, saya tidak bisa mendapatkan gojek di tempat pangkalan dan terpaksa  harus jalan ke  tempat yang jauh dari pangkalan. Karena kalau nunggu di pangkalan, seperti yang kita tahu hal itu akan memberikan kecemburuan yang besar kepada tukan ojek non gojek. Jadi kebanyakan gojekers adalah backstreet denga tukang gojeknya! Hahahahaha

Well, tukang gojeknya seorang bapak tua. Bukan rejeki saya dapat gojekers ganteng seperti pengalaman orang lain yang saya baca di sosmed. Saya pikir gojek, tukang bajai, tukang sayur yang ganteng itu memang adanya hanya di Sinetron. Di kehidupan yang nyata berharap tukang-tukang itu kayak Dude Herlino atau Adipati Dolken atau Rio Dewanto tentu saja jauh dan khayalan. Kecuali kalian jadi artis sinetron.

Ok, berkat gojek saya bisa mengirit banyak dan juga dapat pengetahuan yang baik dari diskusi. Hasil diskusi jika saya sudah mendaparkan bukunya nanti akan saya tulis berikutnya. Btw, gara-gara diskusi ini saya searching buku tjatatan sumatera. Giliran dapat, buku itu dihargai Rp 500,000 sama pengkolektornya. What the helll are youuu!! pffh…

View on Path

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: