Sahur tadi mendengarkan kawan-kawan saya bercerita tentang orang tuanya yang menua dan kini berubah layaknya anak kecil lagi: minta diperhatiin terus menerus, serba sensistif dan tersinggungan, apa yang dilakukan anaknya seperti kliatan salah. Tiap kerja di telponin terus ngeluh sana sini, dan minta segera pulang. Tidak tahu harus bagaimana. Kecuali sabar mendengarkan dan memenuhi segala inginnya. Kadang itu membuat letih secara emosi.

Sepanjang kawan bercerita, jadi memikirkan orang tua sendiri. Setidaknya mulai sekarang sebagai anak, harus siap dan ikhlas dengan perubahan yg akan terjadi dengan orang tua kita yang masih hidup ketika mereka makin menua nanti. Bukan hanya ikhlas tapi juga harus siap dengan kesabaran yang tinggi, sebagaimana mereka begitu sabar merawat dan mencintai kita tanpa syarat sejak kita dalam kandungan, hingga menjadi manusia seperti sekarang ini. Memastikan orang tua kita pada fase paling menua nanti mendapatkan perhatian, dan kasih sayang yang lebih lagi. Mudah-mudahan bisa melakukannya jika diberi kesempatan merawat orang tua yang makin menua nanti,,,

Ada yg punya pengalamankah?

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: