Sorean tadi setelah takjiyah, saya dan kawan baik saya, luluk, mengunjungi rumah Herawati Diah, wartawan perempuan yg mulai melakukan reportase jurnalistiknya sejak masa revolusi dahulu. Dia dan suaminya BM Diah (almarhum) dikenal sebagai jurnalis idialis. Ibu Herawati menguasai bahasa Inggris dan Belanda dengan baik, sedikit bahasa Perancis.

Ketika banyak anak pejabat masa itu mendapatkan beasiswa ke Belanda, Herawati memilih sekolah di Amerika Serikat dan menolak tawaran sekolah ke Belanda. Orang tua dan dirinya berprinsip tidak akan menerima bantuan penjajah. Orang tuanyalah yang mebiayainya sekolah ke Amerika. Dia dan suaminya membangun harian Merdeka yg kemudian dibredel Soekarno.

Banyak yang diceritakannya. Nanti saya tulis di blog aja. Kini usianya 98 tahun. Mendoakan semoga beliau selalu sehat…

View on Path

Advertisements
Categories: Tak Berkategori | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: