Review Film Avatar I : Kemenangan Suku-Suku Asli Hanya Ada Di Avatar

Directed by : James Cameron
Produced by : James Cameron and Jon Landau
Written by : James Cameron
Starring : Sam Worthington, Zoe Saldana, Stephen Lang, Michelle Rodriguez, Giovanni Ribisi, Joel David Moore, C. C. H. Pounder, Wes Studi
Laz Alonso, Sigourney Weaver
Music by : James Horner
Distributed by : 20th Century Fox
Release date(s) : December 10, 2009 (2009-12-10)
Running time : 162 minutes
Gross revenue : $1,162,361,307 US$

Kendati tidak menang sebagai Film Terbaik di arena Oscar,  film Avatar karya James Cameron memakan budget hingga 400 juta US$ lebih ini telah menjadi catatan sendiri yang disebut sebagai  gambaran kehidupan nyata di sebagian belahan bumi ini. Film yang bercerita tentang perjuangan suku-suku asli bernama Navi di planet Pandora tahun 2154 yang melawan kekuatan korporasi dari planet bumi ini memang sangat lengkap. Cameron menggabungkan kecanggihan efek visual animasi, dengan cerita drama, dan aksi yang heroik ini cukup memikat dan memanjakan mata penontonnya. Lebih dari itu ada nilai-nilai yang disematkan tentang arti menjaga bumi ini.

Guna mendapatkan hasil seperti yang terlihat di film ini, Cameron telah menyiapkannya sejak 1995, setelah dia meluncurkan film Titanic yang sukses besar itu. Namun dia menahan diri untuk menanti teknologi film yang mutakhir guna memberikan efek visualisasi yang tepat bagi film Avatar. Sambil menanti waktu yang tepat, Cameron telah memikirkan bagaimana bentuk planet dan isinya, menciptakan bahasa dan budaya bagi penghuninya, bahkan bentuk semua makhluknya, termasuk bangsa Navi “manusia” planet Pandora.

Karena alamnya masih begitu murni maka penghuninya pun berukuran “raksasa”. Bangsa navi diciptakan Cameron dalam film ini berkulit biru, bertubuh manusia namun mempunyai hidung dan mata seperti Singa. Secara fisik mereka berukuran lebih tinggi dan lebih kuat dari manusia. Mereka juga mempunyai ekor dan rambut panjang yang pada bagian ujungnya ada selusuran rambut lainnya yang selalu digunakan ketika mereka ingin berinteraksi dengan makhluk lainnya di planet tersebut. Selusuran bagian rambut ujung ini seperti alat komunikasi mereka dengan alam. Secara sosial mereka sama seperti manusia namun lebih mengedepankan nilai-nilai kearifan dalam hidup harmoni bersama alam dan lingkungannya. Mereka juga cukup relegius dan mempercayai kekuatan dewa yang mereka sebut sebagai Eywa.

Sayangnya kedamaian dan keharmonian hidup bangsa Navi terusik dan terusak dengan kehadiran para makhluk dari planet bumi yang membawa nama perusahaan tambang RDA Pandora. Adalah Parker Selfridge (Giovanni Ribisi) kepala operasi pertambangan, yang mempekerjakan mantan marinir untuk keamanan bagi operasional. Korporasi berniat untuk mengeksploitasi kandungan mineral Pandora yang disebut unobtanium. Manusia harus menggunakan masker oksigen untuk berkeliaran di planet ini.

Guna melanggengkan kegiatan mereka, perusahaan ini juga memperkerjakan ilmuwan sekaligus botanis yang dipimpin Dr Grace Agustinus (Sigourney Weaver), kepala Program Avatar. Weaver sendiri langsung setuju terlibat dalam film ini karena dianggap mempunyai isu lingkungan dan kemanusiaan yang sangat kuat.

karakter Grace itu jelas karakter Sigourney Weaver. Perempuan cerdas, mandiri, kuat, keras namun juga punya sisi-sisi lembut feminimitasnya. Hemm, beda tipis dengan karakter Weaver saat memerankan  Sydney di film Alien. Tapi kali ini dia tidak memegang senjata apa pun. Di sini dia berperan sebagai ilmuwan, seorang anthropolog biologis yang lebih mengedepankan penghormatan dan nilai kemanusiawian terhadap bangsa Navi . Dalam misinya dia didampingi langsung Jake Sully (Sam Worthington), mantan mariner berkaki lumpuh, yang menggantikan peran saudara kembarnya yang tewas.

Guna memuluskan kegiatan perusahaan di sana, Grace harus mengkaji dan menjalin hubungan dengan para pribumi Pandora. Grace bersama timnya juga menciptakan manusia-Navi hibrida yang disebut Avatar, yang dikendalikan oleh manusia yang dicocokkan secara genetis sebagai operator tubuh Navi. Jake pun dilatih menjadi seorang avatar operator.

Bersama Tim yang dipimpin Grace, dan biologis, Spellman (Joel David Moore), Jake pun terlibat kontak secara langsung dengan pribumi dalam wujudnya sebagai avatar (navi hybrid). Mereka membangun hubungan diplomatik, memecahkan masalah sumber daya dan mengakhiri ancaman kekerasan.

Dari sini aku langsung inget kerjaan bersama KKI Warsi dulu. Ada kawan-kawan anthropolog dan Guru Rimba yang harus berinteraksi dan hidup ala Orang Rimba dan Dusun. Juga langsung inget temen-temen peneliti orangutan yang bekerja di hutan-hutan Kalimantan dan pusat rehabilitasi orangutan. Bedanya, mereka bekerja justru untuk membantu indigenous people dan kelestarian hutan, sementara di perusahaan tambang di sini dikenal sebagai program CSR.

Tujuannya sama dengan perusahaan tambang yang dipimpin Parker Selfridge. Enggak pernah ada ketulusan untuk CSR apa pun pada perusahaan tambang. Karena sekali rusak tetap rusak, dan penduduk asli tidak pernah dapat apa-apa kecuali sisa kerusakan serta semakin termarginalisasinya mereka.

Petualangan dan pengenalan kehidupan bangsa Navi pun dimulai saat Jake justru terpisah dari Grace dan Spelman, setelah diserang binatang hutan seperti macan kumbang dan badak ala Pandora yang berukuran raksasa dan kulitnya tebal yang sulit ditembus senjata apa pun. Jake diselamatkan Neytiri (Zoë Saldaña), seorang wanita Navi. Neytiri membawa Jake ke tempat klan mereka berada, Hometree- sebuah pohon raksasa yang di bawahnya mengandung pusat mineral yang diincar RDA selama ini.

Neytiri seorang puteri bangsawan pasangan kepala suku Omaticaya, Eytukan dan Mo’at – dukun yang berpengaruh pada klannya. Jake diyakini Neytiri sebagai seseorang yang berbeda untuk klannya karena beberapa tanda alam yang telah dia lihat. Jake dijuluki Dream Walker (istilah Navi untuk Avatar) oleh Mo’at yang juga memerintah Neytiri mengajarkan Jake menjadi laki-laki Navi sejati. Di sinilah kehidupan Jake sesungguhnya dimulai.

Dia diajarkan Neytiri menunggang kuda, mengenal alam Pandora, membaca jejak, berburu, bahkan menundukkan ikram (semacam burung raksasa dan juga mirip naga). Semua harus dilakukan dengan penghormatan terhadap alam bahkan terhadap hewan-hewan yang diburu. Tentu saja dengan cara yang sangat tidak mudah, karena sesungguhnya dia bukanlah seorang Navi. Tapi Jake berhasil melakukannya bahkan kemudian diakui suku Navi sebagai bagian dari Mereka.

Di sini aku jadi inget Pak Oyvind Sandbuk, anthropolog terkenal asal Norwegia yang diakui orang Rimba sebagai Babi Putih- sebutan penghormatan Orang Rimba untuknya. Menurut cerita Bang Robert mantan bosku di KKI Warsi Jambi, dia satu-satunya outsider Orang Rimba yang dipersilahkan mengikuti segala upacara adat Orang Rimba (Sejati) di dalam hutan yang dikenal sangat rahasia. Pak Oyvind atau Uben, demikian kami memanggilnya, sangat fasih berbahasa Rimba. Dia juga tidak sungkan bertelanjang dada, dan hidup seperti halnya Orang Rimba sejati di dalam hutan. Kami cukup mengaguminya. Karena dia cukup lebih Indonesia dibandingkan kami yang Indonesia.

Kembali ke cerita, seiring dengan itu, Jake secara rutin juga memberikan informasi kepada Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang), pemimpin pasukan keamanan untuk RDA. Laporan Jake memuaskan kolonel yang kemudian menjanjikan Jake untuk bisa mendapatkan kaki nyata. Namun seiring berjalannya waktu Jake lebih menjiwai dirinya sebagai Navi, dan mulai menyadari bahwa yang dilakukan RDA sangatlah salah. Lebih dari itu dia kemudian jatuh cinta dengan Neytiri. Tapi dilemma kemudian dihadapi Jake. RDA ingin segera menguasai Hometree dan meminta Jake segera menjelaskan hal ini bahwa mereka akan dievakuasi paksa.

Puncaknya Jake harus berterus terang tentang apa yang akan terjadi kepada kaum Navi jika tidak menuruti kehendak korporasi RDA Pandora. Namun belum sempat dia melanjutkan, tabung avatar dimana Jake dengan tubuh cacatnya, dibuka paksa oleh Kolonel sehingga menidurkan tubuh avatar Jake di Omaticaya.

Grace dan Jake berang ketika mengetahui rencana Kolonel dan Selfridge yang akan menghancurkan Hometree. Grace mengatakan, kawasan di area pohon raksasa yang dikeramatkan bangsa Navi itu merupakan jaringan saraf Pandora. Semua organisme terhubung ke sana. Bisa dibayangkan jika sumber kehidupan tersebut diambil hanya demi keuntungan korporasi dan sebuah gaya hidup belaka.

Selfridge akhirnya memberikan Jake dan Grace selama satu jam menjalankan misi diplomatiknya, agar suku Omaticaya mau meninggalkan Hometree secara damai tanpa syarat. Jika tidak, serangan bersenjata berat akan dilakukan. Sayangnya ketika Jake mengungkapkan misinya kepada suku Omaticaya, semuanya berang. Neytiri menuduh dia mengkhianati mereka. Jake dan Grace pun diikat gantung serta dituduh sebagai pengkhianat. Saat bersamaan, pasukan Quaritch datang dengan pasukan udaranya. Di sanalah sang kolonel dengan arogannya membabi buta menghancurkan pohon raksasa tersebut yang membunuh ratusan Omaticaya termasuk membunuh Eytucan (Wes Studi), ayah Neytiri yang adalah ketua klan.

Jake, Grace, Spelman lalu ditahan, setelah tabung avatar mereka dibuka paksa. Namun Trudy Chacón (Michelle Rodriguez), pilot helikopter yang selama ini membawa mereka tugas, membantu mereka membebaskan diri bersama tim avatar lainnya. Sayang dalam pelarian tersebut, Grace tertembak sehingga sekarat dalam perjalanan. Setelah menyelamatkan tabung tidur avatar mereka dan menyembunyikannya ke dalam hutan, Jake dan kelompok Avatar telah bertekad akan membela mati-matian bangsa Navi. Masalahnya dia harus mengembalikan kepercayaan suku Omaticaya kembali atas dirinya.

Teringatlah Jake akan cerita Neytiri bahwa seorang kakek buyutnya bisa menundukkan dan mengendalikan burung raksasa yang ganas dan lebih besar dari ikram, bernama Turuk Maktu. Saat itu Navi memang terancam bahaya, dari sanalah bersama Toruk, kakek buyut Neytiri membebaskan bangsa Navi dari ancaman bahaya.

Jake terbang bersama ikramnya guna menundukkan Turuk. Jake percaya, dia bisa melakukan hal yang sama. Dia juga ingin mengembalikan kepercayaan bangsa Navi yang tengah berlindung di tempat suci lainya. Ketika Jake kembali dengan kendaraan Turuk, maka Suku Omaticaya langsung tunduk karena Turuk adalah binatang keramat yang bukan sembarang orang bisa menundukkannya begitu saja. Jake juga meminta Mo’at menyembuhkan Grace, namun tidak tertolong lagi.

Di bawah komandonya kemudian Jake mengusung kekuatan dengan bangsa Navi lainnya dari suku-suku penghuni planet Pandora. Jake dibantu Neytiri dan Tsu’Tey (Laz Alonzo), pemimpin baru Omaticaya. Mereka mulai mengobarkan semangat perang melawan kekuatan RDA dan mengusir mereka dari planet Pandora. Sebelum penyerangan Jake berdoa kepada Eywa dan berharap dia mendapatkan bantuan dariNya.

Aktifitas pengumpulan kekuatan ini terbaca dalam radar RDA Pandora yang dikomandoi Quaritch. Atas restu Selfridge, Quatritch memulai serangan pendahuluan menuju pusat tempat keramat dan budaya NAvi.

Namun Jake, Neytiri dan Tsu’Tey telah menantinya dan menyambut pasukan udara juga darat RDA dengan gagah berani. Sayangnya terlalu banyak korban menimpa bangsa Navi diantaranya Tsu’Tey dan Trudy. Ketika Navi berada di ambang kekalahan, tiba-tiba ribuan satwa-satwa liar rimba berukuran raksasa didaratan, serta ribuan ikram menerjang pasukan RDA yang dipimpin Quaritch.

Neytiri menafsirkan hal itu sebagai jawaban doa Jake kepada Eywa. Jake menghancurkan pembom utama RDA sebelum dapat mencapai Pohon of Souls. Kolonel Quaritch lolos dan menemukan kontainer dimana tabung avatar jake berada. Namun segera dicegah Neytiri yang mengendarai macan kumbang hutan raksasanya Pandora. Quaritch terlalu jago untuk Neytiri, saat genting Jake datang dan berduel langsung dengan Quaritch. Namun tubuhnya melemah saat Quaritch memecahkan kaca kontainer avatar yang menyebabkan Jake di dalam tabung Avatar kesulitan bernafas. Di saat genting itulah, Neytiri berhasil bangkit dan membunuh Quaritch dengan busurnya.

Selebihnya Navi berhasil mengusir RDA. Sementara peneliti Avatar, juga Jake memutuskan tinggal di planet tersebut. Jake bahkan memutuskan untuk menjadi Navi sejati secara permanen dalam proses pencangkokan dalam ritual keagamaan. Happy ending untuk keberlanjutan hidup bangsa Navi. Tapi ini hanya sebuah film. Kalau dalam kehidupan nyata tidak ada cerita suku-suku asli menang melawan korporasi tambang yang didukung oleh kuasa negara. Bermimpilah saudara…… (Musfarayani)

Advertisements
Categories: ARTIKELKU, RESENSI FILM | Tags: , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: