Review Film : Indiana Jones (IV) and the Kingdom of the Crystal Skull.

I

Setelah 19 tahun  menanti kelanjutan sekuel Film Indiana Jones, akhirnya muncul juga sekuel keempatnya: Kingdom The Cristal Skull. Banyak penggemar film Indiana Jones termasuk saya tidak sabar menantinya.

Pertama kali melihat Film Indiana Jones (I) The Raiders of The Lost Ark (1981), aku masih SD. Nontonnya juga dengan video dengan format betamax, yang itu pun videonya boleh menyewa, dan bapakku menyewakannya. Terpesona, dan sejak itu tidak pernah di lupa. Hingga saya punya uang sendiri, kini koleksi film Indiana Jones asli dan palsu saya miliki 😀 . Indiana Jones mungkin telah menginspirasi banyak anak muda di dunia termasuk saya waktu itu. Hingga kini, kerjaan saya pun (meski bukan seorang arkeolog) kerjaan saya mirip-mirip Indiana Jones deh, emm…tepatnya mirip Tintin…emm..perpaduan mungkin (*ngaku-ngaku). Saya berpetualang di tempat-tempat terpencil, bertemu dengan orang-orang berbagai pelosok dengan karakter dan budaya yang berbeda. Saya hanya lebih beruntung tidak perlu pake senjata dan tonjok-tonjokan, hehehe. Cukup pake pena dan leptop.

Selanjutnya tidak tertahankan, saya pun bela-belain nonton sekuel kedua (The Temple of Doom/1984), dan terakhir The Last Crusade (1989). Maka begitu tahu akan muncul sekuel yang keempat, tentu saja seperti yang lainnya saya mengharapkan cerita petualangan yang lebih seru dan kejutan yang melalui dugaan.

Jadi penasaran, kejutan dan petualangan seperti apalagi yang kini dihadapi dalam film yang disutradarai Steven Spielberg yang juga sekongkol produsernya, George Lucas, yang berjudul : Indiana Jones (IV) and the Kingdom of the Crystal Skull.

Saya pun tidak sabar ingin menjadi bagian dari para penonton Indonesia pertama yang menyaksikan film ini. Bayangin sudah 19 tahun, dengan jagoan yang sama, Horrison Ford. Dia kan sudah gaek banget. Tapi akan jadi seperti apa kiranya nanti.

Maka aku dan sobatku, Dian sudah mengantri panjang di bioskop. Dan apa nyana, kita kebagian duduk paling depan, paling pojok bagian kiri. Nah, selamat yah, buat kami. Tapi tidak masalah, setelah itu, saya bisa nonton lagi di tempat lebih asik pada berikutnya jika ada waktunya lagi, dan itu pasti, hehehee.  Alhasil posisi duduk tidak  menguntungkan ini, membuat kami harus nonton dengan kepala mendengak dan posisi leher harus sedikit serong. Pegel, pegel deh, tuh.

Begitu adegan menit-menit pertama dimulai mata saya sudah berbinar antusias. Tapi akhirnya hanya sebentar. Temanya masih sama seperti sebelumnya. Lah iya, lah, emang mau harap apa, sih….

Kali ini  Henry Jones Jr (tua) harus menghadapi ”kerakusan” agen intelejen Rusia, KGB, masa kepemimpinan Stalin yang menginginkan dirinya untuk mendapatkan ”benda purbakala” yang ”sakti mandraguna” (seperti biasanya) untuk dijadikan senjata pemusnah luar biasa untuk kepentingan perang.

Sosok Indi di sini tidak mengalami perubahan radikal. Dia masih dengan kekhasannya, topi koboi kulit lusuh, pecut, tas selempang belel, dan pakaian petualangannya seperti biasa. Plus codet di dagu, dan senyum khasnya yang juga enggak bisa disebut senyuman- tepatnya mungkin…seringai sinis.

Bedanya sekarang Indi memang terlihat lebih berumur. Mungkin sekitar 60-an. Namun dia masih kuat berlari kencang ala pemuda usia 20-an (apa ada yah…), masih lincah loncat sana sini tanpa encoknya kambuh, bahkan masih mampu adu jotos dengan lawan-lawannya yang tentara Rusia yang pastinya sangat terlatih fisik dan pencak silatnya itu. Mungkin karena dia selalu rutin berpetualang memburu benda-benda purbakala di situs-situs bersejarah dunia dan selalu dikejer dan ”digebukin” tentara musuh yang mengejarnya, membuatnya jadi ”kebal” dan fit selalu.

Emmm… Yah, tapi lupakan itu. Tidak usah banyak bertanya apalagi dianalisa. Karena namanya juga film tentang jagoan ala Hollywood, sosoknya harus sempurna. Jadi nikmati saja bagian-bagian tersebut. Karena itu adalah bagian khas dari petualangannya Indiana Jones (dulu), jadi tetap enak dan seru banget untuk dinikmati.

Seperti sebelumnya Indiana Jones adalah sosok pengeksplore bijak dalam profesinya yang arkeolog berbalut juga sebagai dosen. Hanya kali ini musuh yang dihadapinya adalah sejumlah tentara dan intelejen KGB yang dipimpin oleh seorang perempuan ilmuwan cantik, Irina Spalko (Cate Blanchett). Mereka menyerbu masuk menguasai area paling rahasia milik intelejen Amerika Serikat, yang disebut Roswell tahun 1947.

Bagi penggemar cerita-cerita UFO, ET,  pasti sudah tidak asing lagi kan, dengan nama area Roswell…saya apalagi, karena punya bukunya juga, hihihihi. Dari sini, saya sih sudah bisa tebak cerita ini mau dikemanain.  Perlu diingat lagi, Spielberg dan Lucas adalah gandrung banget dengan UFO dan ET seperti itu. Kalau enggak masalah metafisik, ufo, alien, dan kehidupan lain selain di planet bumi. Minat dua orang itu selalu sama dengan minat saya, deh. Mereka juga suka soal Dinosaurusan (hal-hal berbau jurrasic) nah, saya pun demikian. Makanya, film-film mereka dengan tema seperti ini selalu cocok saya tonton dan nikmati. Haiyaah, penting gitu, saya ceritakan di sini. Tapi kali ini fantastiklah. Akhirnya, akhirnyaaaaaa…mereka kesampean juga memadukan arkeologi dan budaya langit dalam satu bidang: Archeoastronomy di film Indiana Jones 4 ini. Haiyaah, aku sukaaaaa. Aku penikmat archeoastronomy sangat!!
Reputasi Indi sebagai arkeolog terkenal yang tangguh dan cerdas, pandai membaca literatur purba, menyatukan teka-teki, mencari jalan keluar terhadap berbagai masalah saat-saat genting, sangat dibutuhkan agen KGB untuk menemukan suatu senjata yang ditenggarai kuat bisa menjadi senjata pemusnah yang dahsyat. Adalah, tengkorak kristal yang sempat tercuri dari lost city yang disebut Akakor di entah berantah hutan nan lebat di Peru, dan kini ditenggarai kuat ada di Roswell.

Dengan pengetahuan dan pengalamannya Indi menemukan benda yang ternyata sebuah mumi yang diselubung peti super metal. Peti yang sangat ”super metal” ini sanggup menarik segala benda logam yang ada di sekitarnya. Nahh…dari sini…udah bisa ditebak deh, bagi para penggemar cerita ET.

Peti itu asalnya darimana dan dalamnya apa. Apalagi setelah Spalko membuka bungkus mumi itu, Spielberg hanya memperlihatkan sebuah jari tangan panjang nan ringkih…..(tangan ET!! jeng ing eeeeng).

Dalam kondisi terjepit dan terancam jiwa, maka bukan Indi namanya jika tidak bisa menyelamatkan dirinya dalam situasi genting seperti itu. Bahkan saat dia nyaris tersapu dari bom atom di desa percobaan tidak jauh dari Rosswell, dia masih bisa mencari jalan menyelamatkan diri, dengan mengunci dirinya dalam kulkas tua. Whalahhh…dengan keberuntungan, dia berhasil keluar dari kekacauan dan KGB.

Hingga seorang remaja laki-laki Mutt Williams (Shia LaBeouf), rada berandal, suka berjaket kulit, memelihara jambul, dan mengendarai motor besar, mencarinya. Dia ingin Indi mencari sahabat tuanya yang juga kolega Indi yang disebutnya sebagai Prof Oxley. Dimulailah petualangan mereka berdua menelesuri jejak mencari Ox hingga memasuki pedalaman di Kuil Peninggalan Suku Maya, hingga hutan amazon yang ganas.

Rangkaian pencarian itu justru mempertemukan mereka lagi dengan para agen KGB dan Spalko serta sahabat Indi yang berkhianat. Kejutan (yang sebenarnya juga bukan kejutan karena mudah ditebak), ketika Spalko juga menyandera Marion Ravenwood (Karen Alen)- yang adalah mantan tunangan Indy di masa lalu (The Lost Ark). Dalam situasi terancam kemudian Marion menyampaikan bahwa Mutt adalah anak hasil hubungannya dengan Indi (Gubrakkkk!! Basiii…gw juga dah nebak begituuu).

Pertemuan mereka semua di tengah belantara rimba Peru juga membawa mereka pada aksi kejar-kejaran yang seru untuk memperebutkan kepala tengkorak kristal yang bentuknya jelas banget deh, pasti alien. Nah, adegan-adegan kejar-kejaran dalam hutan belantara juga enggak usah dipikirkan terlalu keras, masuk akal atau enggak. Karena meski ada mobil pembabat pohon (nah ini juga alat hebat banget bisa membababat pohon-pohon gagah luar biasa besar dan tebal lognya hingga terjungkal dan terpotong begitu saja. Pikirkan tahun 50-an sudah alat canggihnya kayak gitu) yang melanggengkan laju mobil. Bahkan mobil melaju kencang dan lancar serasa di tol. Tapi nikmatin aja. Tetep seru untuk diliat. Mereka juga nyaris tersedot lumpur hidup, Mutt gelayutan ala tarzan bersama kelompok kera kecil yang jambulnya mirip dirinya, hingga di kejar semut nan ganas.

Akhirnya bisa ditebak dengan sendirinya. Yup, tebakan soal peninggalan archeoastronomy ttg mitos Eldorado bahwa budaya langit di Peru itu sebenarnya peninggalan dan pengetahuan yang diturunkan makhluk ruang angkasa atau ET. Jelang akhir cerita malah mengingatkan kita pada  akhir  cerita The X files Movie. Akhirnya mereka malah menghidupkan kembali kekuatan alien, alien baik untungnya, lalu aliennya membawa pergi semua kuil yang ternyata adalah kapal piring raksasa.

Bedanya alien di Indiana Jones adalah seorang petualang yang arkeolog dan ilmuwan yang baik, seperti halnya Indi. Sementara yang di The XFiles, aliennya jahat dan berkolusi dengan manusia jahat di bumi. Akhir cerita..garing sebenarnya. Tapi jika mau cari seru-meruan yah tidak perlu mikir yang susah-susah, film ini tetap asik aja untuk ditonton. Jelas menghibur banget, Meski saya mengulas penuh kenyinyiran, tapi saya sudah menontonnya berkali-kali, hahahhaha. *Enggak konsisten banget, deh..

Dalam film ini akting paling menonjol justru ditunjukkan Blancett. Peran wataknya sebagai seorang agen Rusia yang dingin, bengis, bahasa tubuh ala prajurit sejati, tiada tara eksotisnya deh.

Sayangnya, visualisasinya bener-bener enggak secanggil buatan Spielberg saat mencipta suasana Jurrassic. Dalam film, segala yang terlihat begitu nyata. Tapi di Indiana 4 !!! Ini….Ahhh, sudahlah.  HIDUP ALIENNN!!!
(Musfarayani)

Advertisements
Categories: CATATAN HARIAN, RESENSI FILM | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: